Friday, 9 September 2016

INFO-DSLR - Jenis-Jenis Lensa Kamera DSLR Dan Fungsinya. Hal yang wajib betul harus dipahami oleh para pecinta fotografi khususnya para fotografi yang ingin menjadi profesional di dunia fotografi ini. Kenapa wajib ? Karena setiap lensa kamera itu berbeda-beda fungsinya. Dan tentunya setiap lensa tersebut akan menghasilkan gambar yang berbeda. Bukan itu saja, memahami setiap fungsi dari macam-macam jenis kamera dslr ini akan membuat kita lebih tau bagaimana menghasilkan objek yang benar-benar sesuai dengan yang kita harapkan. Meskipun tidak ada rumus pasti mengenai seni, khususnya seni fotografi ini tetapi setiap gambar yang kita hasilkan dengan berbagai macam jenis lensa akan membuat gambar kita terlihat lebih baik jika kita menggunakan lensa kamera yang tepat.
Jenis-jenis lensa kamera dslr
info-dlr.blogspot.com 

Tetapi kita tidak harus memiliki semua jenis lensa kamera ini, kecuali kita benar-benar membutuhkan semuanya. Apalagi jika budget kita tipis, kita tidak perlu memaksakan untuk beli lensa ini beli lensa itu. Kita hanya perlu memilih salah satu dari sekian jenis lensa yang benar-benar kita butuhkan dan kita inginkan.

Saya dan teman-teman saya mengakali hal ini dengan cara membuat tim fotografi dan setiap orang memiliki lensa yang berbeda-beda, jadi kita bisa saling bertukar lensa dengan teman-teman lainnya ( Kamera harus 1 merk ).

Nah dibawah ini akan saya jelaskan beberapa jenis lensa DLSR/SLR beserta fungsinya :

1. LENSA KIT / LENSA NORMAL
Lensa ini memiliki ukuran 50-55mm. Lensa ini menghasilkan gambar dengan karakter normal/natural, seperti apa yang dilihat oleh mata kita.
Lensa KIT / Lensa NORMAL
Lensa KIT / Lensa NORMAL
Lensa ini berfungsi memetakan citra yang yang terlihat seperti perspektif pandang normal mata manusia. Hal ini didapat karena panjang fokus lensa sebanding dengan jarak diagonal bidang fokal dengan sudut pandang diagonal sekitar 53 derajat.

2. LENSA FIXED / LENSA TETAP
Apa itu lensa Fixed? Lensa Fixed juga sering disebut Lensa Prime karena dalam istilah lensa Prime adalah lawan kata dari Zoom. Lensa Fixed/Prime adalah lensa yang memiliki satu focal length  tunggal/panjang fokus tunggal. Lensa ini memiliki nilai lebih pada ketajaman gambar yang dihasilkannya.
Contoh lensa Fixed/Prime adalah lensa Nikon 35mm f/1.4G, Canon 50mm f/1.8, dll.
Lensa Fixed/Prime
Lensa Fixed/Prime
Dari segi harga lensa Fixed/Prime lebih terjangkau karena lensa jenis satu ini memiliki konstruksi dan mekanisme yang lebih simple dibandingkan lensa lainnya.
Salah satu keunikan yang paling diminati dari lensa ini adalah kualitas bokeh yang dihasilkan sangat bagus.

3. LENSA FISH EYE / LENSA MATA IKAN
Kenapa dinamakan lensa mata ikan? Mungkin karena gambar yang dihasilkan oleh lensa ini berbentuk seperti pandangan mata ikan. Lensa ini merupakan lensa jenis Wide Angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, dan 16 mm. Lensa Fish Eye ini memberikan kepada kita pandangan sebesar 180 derajat.
Lensa Fisheye
Lensa Fisheye
Gambar yang dihasilkan dari lensa ini akan berbentuk sedikit melengkung, menjadi lebih oval dan nampak seperti gepeng.

Lensa Fish Eye adalah lensa sudut lebar dengan sudut pandang hemisoeris yang sangat lebar. Sebenarnya lensa ini pertama kali di design untuk kepentingan meteorologi untuk mempelajari barisan awan dan pertama kali di namakan "whole-sky lenses", lensa ini kemudian menjadi semakin populer pada para pecinta fotografi karena distorsi citranya yang khas.

4. LENSA AMBIGUITAS / PRIME LENS

Lensa ini pada awalnya mempunyai arti lensa utama pada sebuah kombinasi sistem lensa. Ketika sebuah lensa digunakan misalnya dengan telekonverter, maka lensa tersebut sering disebut dengan prime lens yang berarti lensa yang utama, sedangkan teleconverter sebagai komponen tambahan saja.
 
Lensa Prime
Lensa Prime
Kebanyakan para pabrikan lensa masih memasarkan produk lensa variabel mereka dengan istilah variable prime sehingga seakan menimbulkan kesan prduk tersebut berupa lensa parfokal.

5. LENSA PARFOKAL
Lensa Parfocal
Lensa Parfocal
Lensa Parfokal adalah lensa yang mempunyai fungsi mempertahankan ketajaman bidang fokusnya walaupun terjadi perubahan pada panjang fokus lensa.

6. LENSA ZOOM
Lensa Zoom adalah lensa yang terdiri dari gabungan lensa standar, lensa wide angle dan lensa tele. Lensa ini cukup fleksibel dan memiliki range/jangkauan lensa yang cukup lebar. Lensa zoom terbilang sering digunakan karena pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai yang dibutuhkannya.
Lensa Zoom
Lensa Zoom
Dengan kata lain lensa Zoom meruapakan lensa yang tidak dapat mempertahankan bidang fokus pada saat terjadi perubahan panjang fokus karena posisi bidang fokal juga ikut tergeser, sehingga diperlukan pemfokusan ulang setiap terjadi perubahan pada panjang fokus.

Pada lensa ini panjang fokus dari lensa variabel tidak tunggal, tetapi dapat diubah-ubah pada rentang tertentu dari nilai minimum ke nilai maksimumnya.

7. LENSA TELE

Lensa Tele adalah merupakan kebalikan dari lensa Wide Angle. Lensa ini berfungsi mendekatkan subjek, namun akan mempersepit sudut pandang. Lensa dengan ukuran 70 mm ke atas bisa dikategorikan kedalam lensa jenis ini. 
Lensa Tele
Lensa Tele
Hasil gambar dari penggunaan lensa ini akan membuat pengaburan pada pandangan sekitarnya karena sudut pandangnya yang sempit. Lensa ini lebih sering digunakan oleh para fotografer untuk mengambil gambar jarak jauhn, seperti foto landscape ataupun candid.

8. LENSA WIDE ANGLE

Nah ini dia jenis lensa yang paling saya sukai. Lensa Wide ANgle berguna untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang yang sempit. Ciri khas dari lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil dari ukuran sebenarnya, Dengan lensa jenis ini, kita dapat memotret lebih banyak orang yang berjejer jika dibandingkan dengan lensa kit (standar). Semakin pendek jarak fokusnya maka semakin lebar pandangannya. Lensa ini memiliki panjang fokus lebih pendek daripada lensa normal, sesuai dengan ukuran bingkai citra pada bidang film pada kamera film, maupun dimensi sensor foto pada bidang fokal pada kamera digital.
Lensa Wide Angle
Lensa Wide Angle
Ukuran dari lensa Wide Angle sendiri sangat beragam mulai dari ukuran 17 mm, 24 mm, 28 mm bahkan 35 mm.

9. LENSA MAKRO

Lensa Makro adalah lensa yang dirancang khusus untuk memotret dari jarak dekat. Dengan lensa ini kita dapat mengambil subjek yang berukuran sangat kecil misalnya semut, kita akan dapat menghasilkan gambar semut yang begitu bagus dengan detail gambar yang begitu menawan.
Lensa Makro
Lensa Makro



Nah itulah beberapa jenis lensa dari kamera dslr/slr yang dapat saya sampaikan. Jika ada informasi yang salah silahkan komentar dibawah, karena saya juga masih belajar dalam dunia fotografi yang terus berkembang ini.



Tidak kalah penting untuk dibahas adalah mengenal bagian-bagian utama pada kamera. Termasuk fungsi dari tombol-tombol yang tersebar di seluruh body kamera.

Apakah ini perlu?

Jawabannya ia, sangat perlu. Karena untuk bekerja maksimal dengan kamera Anda maka sudah seharusnya Anda mengetahui kegunaan dari semua bagian-bagian penting pada kamera Anda. Selain itu, cara ini juga akan membantu Anda untuk lebih mudah mengikuti instruksi penggunaan kamera.

Sebagai contoh di sini saya akan menampilkan gambar kamera canon EOS 600D. Bila kamera Anda dari merk lain, jangan khawatir. Semua kamera memiliki fitur dan bagian-bagian yang mirip hanya berbeda tempat dan nama saja sedangkan fungsinya tetaplah sama. Berikut bagian-bagian pada kamera beserta fungsinya:


Keterangan:

1. Lensa merupakan bagian pokok dari kamera yang bekerja sama dengan body kamera. Untuk fungsinya saya pikir tidak perlu saya jelaskan lagi secara panjang lebar di sini. (Baca tentang lensa di sini dan di sini)

2. Tombol Stabilizer (IS, VR, VC) yang berfungsi untuk menstabilkan getaran oleh tangan (hand shake) saat memotret yang berpotensi membuat hasil foto menjadi motion / blur. Prinsip kerja fitur ini adalah dengan mengandalkan sebuah gyrosensor yang mendeteksi getaran pada kamera dan melakukan kompensasi secara mekanik untuk meredam getaran itu. Namun tidak semua lensa memiliki fitur ini.

3. Tombol Pembuka Lensa yang fungsinya tidak lain untuk membantu melepaskan lensa dari body. Cara penggunannya yaitu tombol ditekan sambil lensa dilepas dengan cara diputar ke kiri.

4. Tombol Fokus yang terdiri dari dua mode yaitu Auto Focus (AF) dan Manual Focus (MF). Bila Anda menggunakan mode auto maka berarti kerja fokus digerakkan oleh mesin secara auto. Namun bila memilih mode manual maka kerja fokus Anda yang gerakkan secara manual.

5. Tombol Pembuka Flash yang digunakan untuk membuka lampu flash pada kamera. Tombol ini hanya berfungsi bila kamera dalam keadaan menyala / standby.

6. Built-in Flash Light adalah lampu Blitz atau flash diterjemahkan secara bebas menjadi lampu kilat. Fungsi utamanya yaitu untuk membantu pencayaan pada kondisi gelap dengan cara meng-illuminate (mencahayai / menerangi) obyek yang kekurangan cahaya agar terekspos dengan baik.

7. Tombol Shutter adalah tombol yang Anda tekan untuk mengambil gambar. Untuk belajar cara menggunakan tombol shutter silahkan baca di sini.

8. Grip salah satu bagian menonjol di bagian kanan anatomi kamera yang fungsinya sebagai pegangan pada kamera. Grip didesain dengan tekstur kasar agar Anda bisa memegang kamera dengan kuat tanpa terpleset ketika memotret. Kesalahan memegang grip merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya hand shake.

9. Anti Red Eye yang berfungsi sebagai penangkal untuk menghindari mata yang terlihat merah (red eye) pada hasil foto yang merupakan efek dari lampu flash. Masalah ini sering terjadi namun bisa diatasi.

10. Tombol Preview yang gunanya untuk melihat hasil foto Anda pada layar LCD kamera.

11. Tombol Delete yang berfungsi untuk menghapus foto dan data lainnya di dalam kamera.

12. Tombol Navigasi berfungsi untuk membantu Anda mengendalikan program dalam kamera termasuk menggeser pilihan pada menu di kamera. Tidak semua kamera memiliki bentuk tombol navigasi yang sama, ada berupa scroll, analog, dan tombol 4 arah. Pada Canon EOS 600D atau sekelasnya, tombol ini memiliki multi fungsi atau dua peran yaitu sebagai tombol navigasi untuk menggeser pilihan (kiri, kanan, atas, bawah) dan juga sebagai tombol shortcut untuk mengatur white balance (WB), jenis focus, picture style, dan drive mode.

13. Tombol Fn/Q yang berfungsi untuk merubah / mengalihkan fungsi pada tombol navigasi di atas ke fungsi shortcut. 

14. Tombol AV mempunyai fungsi untuk mengatur bukaan diafragma atau aperture. (Baca cara menggunakan aperture di sini)

15. Tombol Zoom yang berfungsi untuk memperbesar hasil foto dan juga untuk memperdekat jarak objek ketika Anda mengaktifkan mode livefiew saat memotret.

16. Mode-Dial adalah menu untuk memilih dan mengganti mode eksposure / modus pemotretan. Di sini Anda bisa menemukan beberapa mode auto instan yang telah disiapkan khusus seperti untuk memotret olahraga, kembang api, malam hari, closeup, dan juga mode manual (M).

17. Tombol Lifeview yang berfungsi untuk mengganti / mengalihkan layar bidik dari viewfinder ke lifeview yang tampil pada layar LCD. Pada EOS 600D tombol ini juga berfungsi untuk merekam video.

18. Viewfinder adalah jendela bidik yang Anda gunakan untuk melihat objek saat memotret. Pada viewfider ini Anda bisa melihat titik fokus dan informasi lainnya seperti light meter, nilai shutter speed, apperture, ISO, dan metering. Pada bagian viewfinder terdapat karet seperti bantalan yang disebut eye pieces, fungsinya untuk menahan cahaya yang masuk ke viewfinder agar objek terlihat benar-benar real.

19. Tombol Menu untuk menuju menu pengaturan utama kamera, sedangkan Tombol Info untuk mengetahui informasi data termasuk informasi foto-foto Anda.

20. Layar LCD memiliki multi fungsi yaitu yang pertama untuk menampilkan keterangan settingan pada kamera (mode eksposure, shutter speed, aperture, ISO, dll), kemudian untuk melihat hasil foto Anda, dan terakhir sebagai layar bidik besar untuk melihat objek yang akan difoto secara live, yang disebut lifeview.

21. Tombol ISO merupakan tombol shortcut (jalan pintas) untuk mengatur ISO. (Baca cara menggunakan ISO di sini)

22. Main-Dial yang juga berfungsi sebagai navigasi untuk menggeser pilihan pada menu tertentu.

23. Tombol Display fungsinya untuk mengaktifkan mode standby dan untuk menghidupkan kembali dari mode standby. Ketika dalam mode standby kamera masih tetaap dalam keadaan menyala, hanya saja sedang diistirahtkan dan bukan dalam keadaan off.

24. Tombol ON/OFF adalah tombol yang berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan kamera.


Setiap orang ingin dapat menangkap lingkaran bokeh berkilauan (juga dikenal sebagai bola bokeh) ketika mereka pertama kali mulai memotret, karena dengan keterampilan menangkap lingkaran bokeh akan membuat foto Anda tampak lebih profesional. Namun demikian, kemungkinan masih cukup banyak orang yang belum menguasai cara melakukannya. Di sini, saya akan memperkenalkan 4 langkah sederhana yang dapat membantu Anda menciptakan lingkaran bokeh dengan mudah.
 

Menciptakan lingkaran bokeh sebetulnya mudah sekali!

Daya pikat DSLR yaitu, kemampuannya menciptakan keburaman yang besar ketika memotret. Dengan membuat rancangan yang dipikirkan secara menyeluruh, Anda juga dapat menciptakan lingkaran bokeh berkilauan (bola bokeh) dengan mudah!
Contohnya adalah foto di atas yang menunjukkan bunga kamelia yang disinari oleh cahaya surya yang tenggelam. Cukup ikuti 4 langkah yang saya akan perkenalkan di sini untuk dapat dengan mudah membuat lingkaran bokeh brilian seperti ini.
Lingkaran bokeh sudah dilingkari seperti yang ditunjukkan. Bokeh tersebut membuat foto seakan berkilauan, dan merupakan efek fotografis yang siapa pun akan ingin menangkapnya, paling tidak, satu kali.
 
Siapa pun yang memiliki DSLR dapat membidik gambar semacam itu tanpa harus mempersiapkan alat khusus apa pun atau perlengkapan yang mahal.

Langkah 1: Cari 'spot yang berkilau'

Lingkaran bokeh sesungguhnya adalah titik cahaya yang berkilauan. Dengan menciptakan keburaman yang besar ketika memotret sumber cahaya tersebut, Anda dapat menciptakan efek bokeh seperti permata. Itulah mengapa sangat penting untuk mulai dengan mencari area yang berkilauan. Tanpa "spot berkilau", profesional paling berpengalaman pun tidak akan dapat menciptakan lingkaran bokeh.
Spot yang kemungkinan berkilau dan dekat dengan Anda, bisa berupa perairan pada hari yang cerah, atau dedaunan yang disinari cahaya matahari terbenam. Cobalah menemukan tempat yang memantulkan cahaya surya dan berkilauan.
Area latar depan yang dilingkari adalah tempat permukaan air yang berkilauan. Carilah lokasi semacam itu.
Dedaunan bunga akan berkilau apabila tertimpa cahaya surya yang akan terbenam, yang juga menghasilkan lingkaran bokeh.
 
 
Pada hari yang cerah, spot berkilau bisa ditemukan ke manapun Anda pergi, jadi amati keadaan sekeliling Anda secara jeli.
Karena Anda mencari pantulan sinar matahari, sebaiknya lakukan pencarian sambil menghadap ke matahari untuk menemukan tempat yang tampak memiliki cahaya latar. Jika Anda membelakangi matahari, pasti Anda sulit menemukan area semacam itu.

Langkah 2: Tetapkan f-number yang terkecil

Setelah menemukan spot yang berkilau, yang perlu Anda lakukan adalah menciptakan keburaman! Semakin besar keburaman yang Anda ciptakan, semakin besar lingkaran bokehnya.
Untuk menciptakan keburaman yang besar, tetapkan f-number ke yang terkecil. Pilih Aperture-priority AE untuk mode pemotretan, karena Anda akan perlu mengontrol aperture (bukaan diafragma).
Contohnya, foto di bawah menggambarkan perbedaan dalam ukuran lingkaran bokeh apabila menggunakan nilai aperture f/4 dan f/8. Untuk menciptakan lingkaran bokeh yang besar, tetapkan f-number sekecil mungkin.
Diambil pada f/4 menggunakan lensa dengan panjang fokus 85mm. Cahaya berkilau di latar belakang ditangkap sebagai lingkaran bokeh besar.
Diambil pada f/8 menggunakan lensa dengan panjang fokus 85mm. Lingkaran bokeh lebih kecil dibandingkan bokeh hasil f/4.

Langkah 3: Tangkap dengan ujung telefoto bilamana memungkinkan

Untuk menciptakan bokeh besar, juga penting untuk menangkap gambar dalam kisaran telefoto. Jika Anda menggunakan lensa zoom, cobalah menangkap gambar pada ujung telefoto maksimum.
Contohnya, foto di bawah menggambarkan betapa berbedanya ukuran lingkaran bokeh pada panjang fokus 105mm dan 50mm, bahkan apabila dibidik dengan aperture yang sama.
Diambil pada f/4 menggunakan panjang fokus 105mm.
 
 
Diambil pada f/4 menggunakan panjang fokus 50mm. Untuk menangkap gambar ini, saya mengubah jarak dari subjek supaya bunga di latar depan tampak seukuran dengan bidikan pada panjang fokus 105mm.
 
 
Anda bisa melihat bahwa, dengan f-number yang sama pun, lingkaran bokeh lebih besar pada panjang fokus 105mm.
Namun demikian, karena kisaran tangkapan lebih sempit ketika memotret dalam kisaran telefoto, mungkin sulit untuk melakukannya, tergantung pada subjek yang ingin Anda tangkap. Minimal panjang fokus setara film 35mm yang kami rekomendasikan untuk menangkap foto dengan lingkaran bokeh, yaitu 70mm. Untuk kamera yang dilengkapi dengan sensor APS-C, minimal panjang fokus yang kami rekomendasikan adalah 50mm. Dengan panjang fokus ini, Anda akan dapat menciptakan banyak bokeh.

Langkah 4: Fokuskan sebanyak mungkin pada latar depan

Kami juga punya sedikit saran untuk lokasi penempatan fokus (deretan) ketika memotret: Fokuskan sebanyak mungkin pada latar depan.
Apabila area fokus dekat ke kamera, Anda dapat memperoleh efek bokeh yang lebih baik dengan memastikan bahwa area yang ingin Anda buramkan, berjarak sejauh mungkin dari kamera. Oleh karena itu, apabila Anda menemukan spot berkilau, tempatkan fokus pada objek di latar depan sedekat mungkin ke kamera.
Contohnya, jika Anda ingin menciptakan lingkaran bokeh dari latar belakang yang berkilauan (spot berkilau!) yang ditunjukkan dalam contoh kedua, Langkah 1, Anda harus menempatkan fokus pada bunga di latar depan, yang terletak berdampingan dengan spot berkilau (yang tampak buram dalam foto ini). Dekati subjek sampai terfokus.
Untuk membentuk lingkaran bokeh dari spot berkilau (B), tempatkan fokus pada bunga (A) yang terletak berdampingan dengan area dan juga dekat ke kamera.
 
Apabila Anda menemukan spot berkilau, fokuskan pada bunga sedekat mungkin ke latar depan.
Dengan melakukan itu, Anda seyogianya dapat mengambil foto yang terlihat seperti ini.
A: Fokuskan sebanyak mungkin pada latar depan
B: Area yang berkilauan tampak seperti lingkaran bokeh dalam foto
 
Belukar biasa yang ada di tepi jalan telah diubah menjadi karya seni mungil! Begitu mudahnya!

FAQ: Bagaimana jika tidak ada apa-apa di latar depan untuk difokuskan?

Ada kalanya Anda menemukan spot berkilau sewaktu bepergian, tetapi tidak ada apa-apa di latar depan yang dapat Anda pilih untuk menempatkan fokus. Dalam situasi seperti itu, gunakan Manual Focus (MF) untuk sengaja menggeserkan fokus.
Alihkan mode fokus dari AF (Auto Focus) ke MF (Manual Focus) (Ingat, bahwa ini bukan mode M dalam mode pemotretan!), lalu secara manual putar cincin fokus pada lensa.
Putar cincin ke arah yang akan menempatkan fokus sedekat mungkin ke kamera (mis., putar searah jarum jam untuk lensa Canon). Jika Anda tidak yakin ke arah mana memutar cincinnya, cobalah melirik melalui viewfinder atau gambar Live View pada layar LCD sambil memutar cincin untuk melihat arah mana yang menciptakan keburaman yang besar. Jika Anda melakukan itu, seyogianya Anda dapat mengambil foto yang serba indah seperti foto di bawah.
Pada gambar di atas, saya menciptakan keburaman yang besar dari sisi air yang berkilauan, yang saya perkenalkan di bagian awal.
Karena nightscape (bentangan malam) cenderung menampilkan titik cahaya, Anda juga dapat menerapkan metode yang sama! Setelah Anda menguasai MF, Anda akan dapat menciptakan lingkaran bokeh dengan apa saja.

Thursday, 8 September 2016

 Halimun dan kabut, yang sering terjadi pada dataran tinggi, khususnya di awal pagi, dapat menciptakan suasana indah yang senyap dan bergetar. Tetapi, kondisi pencahayaan juga membuatnya sangat sulit untuk difoto. Pengaturan apa yang seharusnya kita gunakan agar dapat menangkap hijau rumpun dedaunan yang jelas dan misteri kabut pagi yang menyelubungi akar pepohonan secara mengesankan? Dalam artikel ini, saya akan memperkenalkan variasi teknik yang digunakan oleh fotografer profesional. (Dilaporkan oleh: Rika Takemoto)

EOS 7D/ EF70-200mm f/4L IS USM/ FL: 70mm (setara 112mm) / Aperture-Priority AE (f/16, 8 det, EV+0,3) / ISO 200/ WB: Daylight
Foto di atas menunjukkan padang yang luas pada dataran tinggi, diselubungi kabut pagi hari. Saya menemukan pohon yang berbentuk indah, dan memutuskan untuk menggunakannya sebagai subjek utama. Selanjutnya, saya menyesuaikan posisi pemotretan untuk mendapatkan bidikan yang seimbang baik dengan belukar pepohonan birch (semacam pohon jati) yang diselubungi kabut putih di latar belakang.

Pemandangan dan pendekatan saya

Pemandangan ini menghadirkan padang di dataran tinggi yang diselubungi kabut di awal pagi, hingga satu meter di atas permukaan tanah. Saya terpesona olehnya, karena terlihat bagaikan ada filter fokus halus yang hanya diterapkan ke akar pepohonan. Inilah yang saya ingin hadirkan dalam foto saya.
Karena keadaan di sekelilingnya masih gelap ketika saya mengambil bidikan sewaktu matahari terbit, saya menggunakan tripod untuk meminimalkan noise dan goyangan kamera, lalu membingkai dan menyusun gambar saya menggunakan mode Live View.
Untuk komposisinya, saya memilih pohon dengan rumpun dedaunan yang indah, untuk menjadi figur pusat dalam frame (bingkai). Kemudian, saya mengurangi aperture untuk mencapai depth of field yang lebih besar, agar dapat secara jelas menggambarkan dataran tinggi yang diselubungi kabut pagi hari. Menempatkan langit putih dalam bingkai akan merusaknya, jadi saya berupaya untuk tidak melakukannya. Alih-alih, saya fokuskan pada penempatan siluet batang pohon di bagian tengah agar dapat menciptakan komposisi sederhana namun tegas. Hal ini akan menonjolkan perasaan senyap lanskap, yang merupakan tema foto saya.


Butir 1: Gunakan f/16 untuk menciptakan kedalaman

Kontras buruk yang diciptakan oleh kabut dapat menyebabkan gambar Anda terlihat datar. Untuk menciptakan kedalaman pada gambar, Anda tentu ingin memastikan bahwa kabut tipis yang menutupi belukar pepohonan di latar belakang, juga tertangkap secara jelas—bukan hanya pohon di latar depan. Menggunakan mode Aperture-priority AE, saya kemudian mengurangi aperture ke f/16. Ini juga memperlambat kecepatan rana, yang memiliki manfaat tambahan menangkap tekstur lembut samar-samar udara yang berkabut.

Butir 2: Mengkompensasi untuk sedikit kekurangan cahaya dengan EV+0,3

Menempatkan kabut atau halimun dalam bingkai bisa membuat gambar tampak agak kekurangan cahaya. Dalam situasi semacam itu, Anda harus menggunakan kompensasi pencahayaan positif. Kuncinya adalah memfokuskan pada kecerahan kabut. Karena kecepatan rana akan diperlambat, Anda sebaiknya menggunakan tripod ketika membidik untuk mencegah keburaman.

Butir 3: Gunakan White Balance (Daylight) untuk menangkap hijau rumpun dedaunan yang menyegarkan

Gunakan WB (Daylight) untuk menciptakan kembali warna dataran tinggi yang menyegarkan pada awal pagi hari. Jika menggunakan ”Cloudy” atau “Shade”, nada kuning akan muncul lebih kuat, memberikan kesan bahwa bidikan diambil pada siang hari. Namun demikian, jika Anda membidik dengan “Fluorescent” atau “Tungsten”, nada biru akan menjadi terlalu kuat, membuat gambar tampak tidak alami. Dengan memilih “Daylight” akan meningkatkan nada biru sedikit—cukup untuk membuat rumpun dedaunan tampak lebih hidup.

Saran: Kabut pagi kerap terjadi di dataran tinggi

Ada beragam jenis halimun dan kabut, masing-masing dengan penyebab dan pola yang berbeda. Pada padang rumput di dataran tinggi, seperti di tempat saya melakukan bidikan, suhunya amat sangat berbeda, sehingga halimun dan kabut cenderung lebih sering muncul. Ini disebabkan, pada saat matahari terbit, panasnya menyebabkan embun pada rerumputan menguap dan berubah menjadi halimun atau kabut. Kemungkinan Anda akan kebasahan apabila memotret dalam suasana berkabut, jadi, lakukan persiapan, kenakan pakaian dan sepatu bot kedap air.


 

Langkah 1: Hidupkan Power Setelah Memasang Flash Pada Kamera

Masukkan flash eksternal ke dalam hot shoe di bagian atas kamera. Setelah flash dimasukkan sepenuhnya, geser tuas foot lock yang terpasang untuk mengunci flash ke dalam tempatnya. Hidupkan power supply kamera diikuti dengan mengaktifkan flash. Power (Daya) flash harus dimatikan sebelum memasangkannya atau melepaskannya dari hot shoe.
Geser kaki pemasangan flash seluruhnya hingga masuk ke dalam hot shoe.
 
 
Selanjutnya, geser tuas kunci kaki pemasangan sampai terdengar bunyi klik yang mengindikasikan sudah terkunci. Hidupkan kamera, kemudian hidupkan flash. Untuk melepaskan flash dari hot shoe, geser tuas kunci ke arah yang berlawanan sambil menekan tombol pelepas kunci.
 
 

Saran: Jangan gunakan campuran baterai

 
Apabila mengganti baterai, pastikan bahwa semuanya baru dan dari merek yang sama. Jangan gunakan campuran baterai baru dan lama, merek berbeda, atau baterai alkalin dan lithium. Mencampur baterai, tidak saja akan memperpendek masa pakai baterai, tapi dapat menyebabkan masalah, seperti baterai bocor.
 

Langkah 2: Mengatur Ulang Pengaturan Flash

Untuk kamera dengan menu "Flash control", fungsi flash dan Custom Functions (Fungsi Khusus) Speedlite eksternal dapat dengan mudah diatur ulang. Untuk menghindari kesalahan seperti pengaturan dari penggunaan sebelumnya, akan lebih aman untuk mengatur ulang dari awal.

Cara mengatur ulang pengaturan flash.

1
2
 
 
3
 
 
Pasangkan flash pada kamera, kemudian tetapkan mode shoorting (pemotretan) ke salah satu mode Creative Zone, seperti Program AE (P) dengan menggunakan Mode Dial. Tekan tombol “MENU” pada kamera, lalu pilih [Flash control] dari [Shooting menu] (pada sebagian model, [Set-up menu]). Pilih [External flash function setting] (1), dan tekan tombol “INFO” (pada sebagian model, tombol “DISP”) untuk memulai [Clear Speedlite settings] (2). Kemudian, pilih [OK] (3). Untuk EOS 70D dan EOS 700D, pilih [Clear settings] di layar (1), kemudian pilih [Clear external flash set.] di layar yang ditampilkan berikutnya.
 

Mengatur Ulang Pengaturan Custom Functions flash

1
2
 
Pilih [Clear external flash Custom Functions settings] dari layar [Flash control] (1). Memilih [OK] dan menekan tombol “SET” di layar [Clear external flash Custom Functions settings] (2) akan mengatur ulang pengaturan flash eksternal. Untuk EOS 70D dan EOS 700D, pilih [Clear settings] di layar (1), kemudian pilih [Clear external flash Custom Functions settings] di layar yang ditampilkan berikutnya.
 

Langkah 3: Pilih Flash Mode

Pilih salah satu, flash mode E-TTL atau Manual untuk unit flash. Pengaturan flash dapat disesuaikan pada kamera atau pada unit flash. Pilih flash E-TTL apabila Anda ingin mengambil gambar secara cepat dengan seluruh foto dalam exposure standar, dan flash manual untuk fotografi flash level profesional, seperti memanfaatkan beberapa unit flash untuk menciptakan efek bayangan.
Untuk menetapkan flash dengan menggunakan kamera, pilih “Flash mode” dari “External flash function settings”. Untuk penyesuaian otomatis output flash, pilih “E-TTL”.
 
Tekan tombol MODE, dan pilih “ETTL” atau “M.”
 

Saran: Menyesuaikan flash output ketika menggunakan manual flash

 

Layar Pengaturan Menu Kamera

Layar Pengaturan pada unit flash
"Flash output" item muncul dalam menu kamera (tidak ditampilkan dalam mode flash E-TTL) setelah Manual flash mode ditetapkan. Angka panduan flash output manual diindikasikan sebagai 1/1 untuk full output unit flash yang terpasang, 1/2 untuk separuh flash output, dan 1/4 untuk seperempat dari full flash output. Harap diperhatikan, bahwa metodenya berbeda dengan flash exposure compensation (kompensasi eksposur flash) opsi E-TTL. Untuk Speedlite 430EX II, ini seperti yang ditunjukkan oleh tampilan dalam foto, di mana Anda menekan dan menahan tombol “SEL/SET” sebentar, lalu pilih flash output dengan menggunakan tombol “+/-“, dan menekan lagi tombol “SEL/SET untuk mengkonfirmasi pemilihan.

Saran: Beberapa unit flash dapat diatur dengan Speedlite 600EX-RT atau Speedlite 580 EX II

Sebagai tambahan, Speedlite 600EX-RT dan Speedlite 580 EX II diperlengkapi lagi dengan mode Multi flash. Langkah-langkah untuk pengaturan multi-flash sama seperti pengaturan E-TTL serta mode Manual flash, dan keduanya dapat dilakukan pada kamera atau unit flash.
 

Langkah 4: Pilih Shooting Mode

Pilih shooting mode yang sesuai untuk maksud dan konten foto yang ingin Anda ambil. Fotografi flash dapat digunakan dalam shooting mode apa pun.
Putar Mode Dial dan pilih shooting mode yang diinginkan. Pilih Shutter-priority AE apabila Anda ingin menangkap subjek yang sedang bergerak tanpa memburamkannya, atau manfaatkan keburaman untuk mengekspresikan pergerakannya. Pilih Aperture-priority AE jika Anda ingin mengontrol depth of field untuk memastikan efek bokeh, atau menghasilkan bidikan pan-focus. Buatlah pilihan berdasarkan maksud Anda.
 

Saran: Anda dapat memilih shooting mode apa pun dengan flash E-TTL

 

Merah: Creative Zone
Biru: Basic Zone
Jika flash mode yang dipilih adalah E-TTL, fotografi flash dapat dilanjutkan dalam shooting mode apa pun di Basic Zone dan Creative Zone kamera. Namun demikian, flash compensation tidak dapat dilakukan dalam mode Full Auto dan scene (pemandangan). Oleh sebab itu, Program AE, Aperture-priority AE dan Shutter-priority AE lebih mudah digunakan jika Anda ingin mengemukakan maksud Anda dalam sebuah foto. Sebaliknya, manual exposure shooting mode dianjurkan apabila yang dipilih adalah manual flash. Tentukan pengaturan aperture, shutter speed dan ISO speed sesuai dengan maksud bidikan tersebut, dan Anda dapat menyesuaikan flash output secara manual berdasarkan semua kondisi ini.
 
 

Langkah 5: Pilih Shutter Synchronization Mode

Pilih flash synchronization mode setelah menentukan shooting mode. Gunakan High-speed sync apabila shutter speed yang diinginkan lebih tinggi daripada kemampuan kecepatan maksimum flash untuk menyinkronkan. Pertimbangkan menggunakan first curtain sync atau second curtain sync untuk bidikan long-exposure. Untuk melakukan pemilihan dengan menggunakan menu kamera, tentukan mode yang diinginkan dari [Shutter synchronization] di [External flash function settings]. Untuk mengatur dengan menggunakan unit flash, tekan tombol “High-speed sync (FP flash)/Shutter-curtain synchronization”. Menekan tombol ini setiap kali, Anda dapat beralih antara high-speed sync dan shutter-curtain sync.

Layar Pengaturan kamera

 
Untuk melakukan pengaturan dengan menggunakan kamera, pilih [Shutter sync.] dari [External flash func. setting] dan tentukan itemnya.
 

Layar Pengaturan pada unit flash

 

Atur ke High-speed Sync

Atur ke 2nd Curtain Sync
 

Langkah 6: Menyesuaikan ISO Speed

Penyesuaian ISO speed secara langsung mempengaruhi exposure dan hasil akhir foto. ISO speed dapat disesuaikan apabila hasil foto ternyata lebih gelap daripada yang diperkirakan, atau apabila shutter speed yang ditentukan lebih lambat daripada yang dimaksudkan. Untuk menyesuaikan pengaturan ISO, tekan tombol “ISO” pada kamera, dan pilih ISO speed, misalnya dengan menggunakan Main Dial.

Saran: Gambar foto berubah secara dramatis dengan ISO speed yang berbeda dalam fotografi flash


Bidikan menggunakan ISO 100

Bidikan menggunakan ISO 1600
 
Dalam fotografi flash, kecerahan gambar secara keseluruhan dapat disesuaikan dengan mengubah ISO speed. Dengan ISO speed tinggi, sensitivitas sensor gambar terhadap cahaya meningkat, dan difusi cahaya lemah dari flash yang tidak terdeteksi pada ISO speed rendah dapat ditangkap serta direfleksikan dalam foto, sehingga menghasilkan gambar foto yang lebih cerah secara keseluruhan. Namun demikian, karena memang sulit mengukur perubahan dalam exposure ketika ISO speed berubah, maka disarankan untuk mengambil bidikan percobaan seiring dengan perubahan ISO speed. ISO speed yang lebih tinggi juga ampuh terhadap goyangan kamera atau pergerakan subjek, dalam fotografi normal maupun flash.
 

Langkah 7: Menentukan Kecerahan Latar Belakang dengan Menggunakan Exposure Compensation

Sering kali, dalam fotografi flash, cahaya dari flash tidak menjangkau latar belakang. Dalam situasi seperti ini, Exposure compensation dapat diterapkan untuk menyesuaikan kecerahan latar belakang. Exposure compensation dapat diandalkan untuk penyesuaian kecerahan di luar kisaran yang dapat disinari secara terang oleh cahaya dari flash. Pada model mid- dan high-spec, jumlah kompensasi dapat diatur dengan memutar Quick Control Dial sambil menekan separuh tombol shutter. Untuk model kamera tanpa Quick Control Dial, exposure compensation dapat disesuaikan dengan mengoperasikan Main Dial sambil menekan dan menahan tombol Exposure compensation.

Tombol Exposure compensation dan Main Dial

Tetapkan jumlah kompensasi dengan memutar Main Dial sambil menekan dan menahan tombol Exposure compensation. Memutar dial ke kanan akan meningkatkan kecerahan, sementara memutar ke kiri akan membuatnya lebih gelap.
 

Quick Control Dial model mid- dan high-spec

Jumlah kompensasi dapat diatur dengan memutar Quick Control Dial sambil menekan separuh tombol shutter. Memutar dial ke kanan akan meningkatkan kompensasi kecerahan, sementara memutar ke kiri akan mengurangi kecerahan.
 

Langkah 8: Menentukan Kecerahan Subjek dengan Menggunakan Flash Output

Untuk menyesuaikan kecerahan subjek dalam lingkup kisaran flash, sesuaikan flash output. Gunakan flash exposure compensation jika Anda menggunakan mode flash E-TTL. Hanya flash output yang diubah selama flash exposure compensation. Oleh karena itu, dimungkinkan untuk memoderasi hanya kecerahan subjek dalam lingkup kisaran flash tanpa dampak apa pun pada kecerahan latar belakang. Untuk model mid- dan high-spec, penyesuaian dilakukan dengan menekan tombol Flash exposure compensation dan memutar Main Dial. Untuk kamera seperti EOS 600D, yang tidak diperlengkapi dengan tombol Flash exposure compensation, tekan saja tombol Quick Control untuk menampilkan menu Quick Control, lalu buatlah penyesuaian seperlunya di sana. Jika yang dipilih adalah Manual flash mode, maka flash output dapat disesuaikan secara langsung.
Flash exposure compensation kamera
 

Saran: Flash exposure compensation melalui kamera

 
Flash exposure compensation dapat ditetapkan secara langsung pada unit flash untuk sejumlah model, seperti Speedlite 430EX II, Speedlite 580EX II, dan Speedlite 600EX-RT. Namun demikian, dengan melakukan hal itu, prioritas akan diberikan ke pengaturan yang ditentukan pada flash, dan kemampuan penyesuaian pada kamera akan hilang. Oleh sebab itu, dalam fotografi flash, sebaiknya menyesuaikan flash exposure compensation pada kamera.
 

Langkah 9: Menyesuaikan Sudut Flash Head

Dengan menggunakan flash eksternal dengan flash head yang dapat disesuaikan, sudut flash dapat disesuaikan untuk menyempurnakan hasil foto. Ini juga akan memungkinkan penggunaan cahaya yang direfleksikan oleh pantulan cahaya pada dinding atau langit-langit untuk memperoleh hasil akhir yang lebih lembut. Keunggulan terbesar fotografi flash dengan menggunakan kamera digital yaitu, kemungkinannya mengambil bidikan percobaan sebanyak yang diinginkan. Apabila hasil bidikannya salah, cara tersingkat untuk memperbaikinya adalah dengan mengulanginya dengan mengubah pengaturan seperti shooting mode, synchronization mode, dan ISO speed.
Sudut flash head dapat disesuaikan. Temukan sudut yang paling sesuai untuk maksud fotografi Anda.
 

Saran: Jangan hanya menyesuaikan sudut flash head, tapi sesuaikan juga sudut flash

 

Atur dengan kamera

Atur dengan unit flash
Flash eksternal yang murni, tidak hanya memungkinkan penyesuaian sudut flash head, tetapi juga penyesuaian sudut flash (lebar cakupan cahaya). Mengontrol sudut flash akan membantu melebarkan cakupan ekspresi fotografi Anda. Untuk melakukan pengaturan pada kamera, pilih [Zoom] di menu [External flash function settings], lalu tentukan focal length (sudut pandang). Untuk mengatur dengan menggunakan unit flash, tekan tombol “Zoom” dan pilih focal length dengan menggunakan tombol “+/-“, diikuti dengan mengkonfirmasi pemilihan dengan menggunakan tombol “SEL/SET”. Cakupan flash yang optimal akan secara otomatis dipilih untuk mengimbangi lensa yang digunakan apabila memilih Auto pada kamera (M dari M Zoom tidak akan muncul pada flash). Untuk Speedlite 320 EX dan Speedlite 270 EX II, penyesuaiannya dilakukan dalam dua fase, dengan menarik keluar flash head secara manual.

MY MEDSOS

https://www.facebook.com/aldiansyah.saturadio
Supriadi Safri. Powered by Blogger.

Template Information

My Contack

087 863 313 242 / 085 238 642251

Popular Posts